Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Ke kendari kita!

Setelah honeymoon yang singkat sebelumnya, sebenrnya Bubun ada jadwal perjalanan dinas. Kali ini ke kampung halaman Bubun di Kendari, Sulawesi Tenggara. Harusnya Bubun seneng dong ya… kan bisa ketemu Mama, Papa dan adik-adik Bubun di sana. Tapi yang ada, Bubun malah gundah. Soalnya jadwalnya nggak pas banget. Berangkat tanggal 8, balik tanggal 10 Februari. Tanggal 11 dan 12 sih hari Sabtu dan Minggu. Tapi… tanggal 15-nya Bubun harus balik kembali ke Kendari karena Tante Nina nikah tanggal 17 Februari. Tiketnya udah dibeli dari bulan Januari. Nggak kebayang itu capeknya seperti apa. Bubun dan Ayah rada khawatir itu bisa ngaruh ke Ade juga. Oh iya, sebenernya tanggal awal pernikahan Tante Nina (adik pertama Bubun) itu tanggal 11 Februari. Tapi 2 bulan sebelumnya diubah karena ada kendala dengan gedung resepsi.

Untungnya segera setelah ketahuan Bubun hamil di akhir bulan Januari, perjalanan dinas Bubun dibatalin. Bubun digantiin oleh salah satu rekan kerja di kantor. Alhamdulillah berkat pengertian atasan Bubun dan kerelaaan rekan kerja yang lain untuk ngurusin pergantian yang repot banget secara administratif itu.

Serunya lagi, hampir saja Ayah nggak bisa nemenin Bubun ke Kendari karena jadwal keberangkatan itu bentrok dengan jadwal business trip ke Ukraina dan Turki. Untungnya, seminggu sebelumnya perjalanan Ayah ditunda untuk sementara. Itu karena Eropa timur, utamanya Ukraina terkena badai salju yang sangat parah sampai mengakibatkan korban ratusan jiwa. Prihatin juga dengar berita itu. Tapi Bubun jadi berkurang khawatirnya karena Ayah nggak perlu ke sana pada saat cuaca buruk seperti itu. Apalagi ternyata… perjalanan ke Kendari benar-benar bikin trauma sampai sekarang. Nggak tahu gimana kalau Bubun waktu itu naik pesawat sendirišŸ˜¦

Subuh tanggal 15 Februari 2012, Bubun dan Ayah berangkat dari rumah menuju bandara. Sesampainya di sana, langsung check-in dan berjalan ke ruang tunggu. Begitu ngelewatin counter beard papa,Ā  Bubun berhenti sebentar. Kepengen beli karena belum sarapan. Pas lagi nunggu, tanpa ada peringatan sebelumnya, tiba-tiba Bubun ngerasain ada cairan dari lambung yang mendesak keluar. Kaget, Bubun cepat-cepat berkuat agar tidak sampai muntah. Meskipun sempat berasa di lidah, cairan itu bisa Bubun telan kembali (maaf ya.. agak jorok) sembari terduduk berjongkok dan memegang erat-erat lengan Ayah.

Hanya berselang 2 detik, cairan lain di gelombang berikutnya dengan kekuatan lebih dashyat mendesak untuk dikeluarkan. Kali ini, usaha Bubun sia-sia. Mulut Bubun seketika langsung dipenuhi banyak cairan yang harus dimuntahkan. Panik, Bubun mencari-cari tulisan ‘Toilet’ di sekitar dan berlari menujunya sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangan menahan muntahan Bubun nggak jatuh bertumpahan. Begitu nyampe, Bubun langsung ke wastafel dan meludahkan isi mulut. Itulah pertama kali Bubun muntah cairan lambung berwarna kuning yang pahitnya bukan main.

Kembali ke counter-nya beard papa, Ayah sudah menunggu dengan sebotol air mineral dan obat mual dari dr.Yusfa yang Bubun minum kalau terpaksa. Setelah pesanannya datang, Ayah dan Bubun pun menuju ruang tunggu. Sembari menunggu boarding, Ayah sempetin untuk tidur dulu di bangku. Nggak peduli tatapan orang-orang. Ayah gitu… ^^

Perjalanan 2 jam dengan maskapai penerbangan nasional satu-satunya yang bisa bikin Bubun rada tenang, ternyata nggak nyaman sama sekali. Turbulence-nya bikin Bubun parno sepanjang jalan dan nggak berhenti meremas tangan Ayah. Sementara yang tangannya diremas bisa aja tuh tetap santai bahkan tidur di separuh perjalanan. Teteupp yah…

Transit 30 menit di Makassar lumayan mengendurkan syaraf yang tegang. Tapi, belum berapa lama take off menuju Kendari, terjadilah turbulence yang sampai sekarang nggak bisa Bubun lupa. Awalnya guncangannya cuma kanan kiri, atas bawah dikit… tiba-tiba seperti melewati polisi tidur, pesawat berguncang hebat, sampai-sampai pramugari berteriak satu sama lain: “Back.. back!” dengan tangan mengayun ke arah belakang pesawat. Pilot pun mengumumkan sesuatu yang kurang jelas. Cuma 2 kata, tapi telinga Bubun cuma bisa mendengar “Passenger bla-bla!” Ayah mencoba menenangkan Bubun yang udah pucat nggak bisa ngomong “Tarik napas sayang.. jangan lupa napas.” Bubun nggak bisa bereaksi apa-apa. Cuma memandang kosong ke depan. Tangan Ayah kayaknya udah sakit Bubun remas-remas dari tadi.

Syukurlah drama puncak turbulence itu cuma berlangsung beberapa menit. Mungkin sekitar 10 menitan. Entahlah, Bubun hilang orientasi akan waktu. Yang jelas, setelah itu sisa perjalanan cukup baik dan minim turbulence. Bubun pun bisa berbicara lagi. Hehe. Di bandara Haluoleo Kendari, Bubun dan Ayah dijemput oleh Nenek. Kayaknya sih Nenek seneng banget pas ketemu Bubun. Soalnya baru aja, kurang dari sebulan sebelumnya Bubun ketahuan hamil. Ade kan cucu pertama buat Nenek dan Kakek di Kendari. Soalnya Bubun anak sulung dan juga yang pertama menikah. Orang Adik bungsunya Bubun (Tante Dina) aja masih SD kok. Hehe.

Hari Rabu dan Kamis Bubun dan Ayah habiskan dengan membantu persiapan pernikahan Tante Nina. Tidak lupa, memuaskan hasrat ngidam Bubun akan makanan kendari, utamanya makanan rumah yang dimasak Nenek dan Nenek Buyutnya Ade. Oh iya, rangkaian acara pernikahan Tante Nina dimulai sejak Kamis malam. Jum’at paginya akad nikah disambung dengan resepsi sebelum dan sesudah shalat jum’at. Malamnya juga ada resepsi untuk keluarga dekat. Lalu Sabtu malam resepsi untuk undangan yang lebih banyak. Fiuh! padat ya jadwalnya…? Eits jangan salah, masih ada lagi resepsi pada tanggal 18 Februari di kampung halaman Om Awal, suami Tante Nina di Pamandati sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil dari Kendari. Ayah dan Bubun nggak bisa ikutan acara yang satu ini karena nggak bisa cuti lama. Tapi denger-denger sih, acaranya luar biasa heboh karena Om Awal populer banget se-kabupaten sanašŸ˜€

Dari Kiri ke Kanan: Nenek, Bubun, Tante Dina, Tante Nina, Tante Nita, Kakek, Om Dino dan Ayah

Tante Nita, Bubun dan Tante Nina berpose bersama sebelum prosesi Akad Nikah

 

Tante Nita, Kakek, Tante Dina, Om Awal, Tante Nina, Bubun, Nenek dan Tante Dino di acara resepsi Jum’at malam. Ayah di belakang kamrea alias yang ngambil gambar

 

Om Awal dan Tante Nina bersama belasan adik-adik sepupu Bubun dari pihak Nenek. Yup! Nenek itu anak pertama sama seperti Bubun. Jadi Bubun adalah cucu tertua di keluarga Nenek ^^

Oh iya, Ibunya Ayah juga datang lho dari Polewali, khusus untuk acara ini. Beliau juga seneng banget pas tahu kalau Bubun Hamil. Buat Ibu dan Opu-nya Ayah, Ade adalah cucu ketiga. Sebelumnya udah ada Kakak Fahmi dan Kakak Wita dari Om Acha.

Hari minggu, Ayah, Bubun dan anggota keluarga besar: adik-adik Bubun, Nenek, Kakek, Nenek Buyut, Om, Tante… semuanya mengunjungi Pantai Toronipa yang berpasir putih dan penuh dengan pohon-pohon kelapa yang tampak masih sangat murni. Bubun excited banget. Menurut Bubun sih… bagusan pantai ini daripada pantai yang ada di Phi-Phi.

Ayah dan Bubun di Pantai Toronipa, Sulawesi Tenggara

 

Hari Senin, tanggal 20 Februari 2012Ā  Ayah, Bubun dan Tante Nita (yang datang ke Kendari tanggal 16 Februari) balik ke Jakarta. Bubun sempet disuruh ngisi formulir tertentu karena Nenek keceplosan nyebutin kalau Bubun lagi hamil, ketika check-in di Bandara. Tapi selain itu, perjalanan sangat menyenangkan. Kebetulan pesawatnya dapat yang ada TV di tiap kursi, jadi Bubun bisa nonton film selama 2.5 jam. Selain itu juga jarang ada turbulence. Kalaupun ada, nggak bikin rontok jantung seperti sebelumnya. Alhamdulillah, sampai di Jakarta dengan perasaan senang dan banyak makanan yang dibekelin Nenek untuk Bubun dari Kendari. ^^

 


2 Comments on “Ke kendari kita!”

  1. […] banget kalau Ade itu cewek karena katanya sih Bubun bersinar dan cantik waktu datang ke Kendari dulu itu. Ayah awalnya agak terpengaruh juga dengan prediksi Nenek itu. Soalnya waktu itu Bubun demen banget […]

  2. dhaer says:

    hae,, salm kenal ne, q sudirman, tmannya awalluddin,,, bgus juga ya blognya,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s