Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Setahun Kemudian

28 September 2011

Akhirnya Bubun ditemani Ayah ke RSIA Brawijaya untuk check-up. Bulan Agustus sebelumnya, Bubun sama sekali nggak dapat menstruasi. Tadinya udah GR setengah mati. Terlebih lagi Ayay. Kirain ada Ade dalam perut Bubun. Eh.. tahunya, setelah telat 3 minggu, Bubun dapat juga pada tanggal 16 September lalu. Kecewanya kayak apa…

Kilas Balik

Februari – Mei 2011

Emang sih, di awal menikah Bubun bilang ke Ayah, kalau bisa Bubun jangan hamil dulu sampai Bubun Selesai Diklat Pra-jabatan di akhir tahun ini. Soalnya denger-denger yang namanya Diklat untuk jadi PNS ini lumayan menguras tenaga. Bubun takut, kalau lagi hamil di masa 2 minggu dikarantina itu, Bubun kurang asupan gizi dan mudah capek. Kan nggak bagus buat Ade.

Juni 2011

Tiga bulan pertama menikah, Ayah masih oke-oke aja memenuhi keinginan Bubun. Tapi, setelah itu, pertanyaan-pertanyaan orang di sekitar: “Udah hamil belum?” menjadi tekanan buat Ayah dan Bubun. Apalagi kalau diselingin dengan candaan yang sayangnya ofensif banget.

Setelah itu, Bubun mulai larut dalam pekerjaan di kantor.Ayah juga makin kenceng olahraganya. Soalnya badannya mulai menggendut karena Bubun sering masak yang kata Ayah enak-enak banget😀

Juli 2011

Tiba-tiba, di awal bulan, Ayah kena cacar. Waktu dibawa ke RS, suster-suster dan dokter bolak-balik nanya: Bubun hamil atau enggak. Mereka khawatir kalau Bubun sampai ketularan ketika lagi hamil  karena bisa berbahaya untuk bayi. Syukurlah, ketika itu Bubun belum hamil dan beberapa tahun sebelumnya Bubun pun sudah pernah terkena penyakit tersebut, sehingga imunitasnya telah terbentuk. Jadi, Bubun pun lebih tenang ngerawat Ayah. Ayahnya aja sih yang rewel bukan main karena nggak kuat gatal. Yaah, hitung-hitung Bubun latihan buat ngerawat Ade nantinya😀

Oh, iya. Di sini, dokter mewanti-wanti Ayah dan Bubun agar menjaga biar nggak hamil dulu sebulanan ini. Karena virus cacar masih ada dalam tubuh Ayah.

Agustus 2011

Ini sakit atau doyan nginep di RS yah…? Sekarang Gantian Bubun yang harus masuk RS. Setelah beberapa kali tes darah, akhirnya Bubun didiagnosa Hepatitis A. Lemes dan letih setiap saat karena virusnya, Bubun dan Ayah nggak kepikiran buat program menghadirkan Ade dulu.

….Kembali ke 28 September 2011

Bubun bela-belain ke RSIA Brawijaya soalnya pengen konsul ke dokter Dewi Prabarini. Bubun emang lebih nyaman diperiksa sama dokter cewek karena melibatkan organ-organ vital. Cuma, pengalaman di-pap smear dan periksa dalam sewaktu medical check up awal tahun lalu sama Obgyn cewek di klinik kantor Ayah, sama sekali nggak menyenangkan. Selama ini, Obgyn cewek memang kesannya kurang bisa berempati sama pasien. Karena trauma sama periksa dalam yang bikin Bubun meneteskan air mata itu, Bubun maksa Ayah agar periksanya ke Obgyn cewek yang sudah banyak direkomendasiin di forum-forum internet atau personal blog ibu-ibu di jagat dunia maya. Nah, nama dr Dewi Prabarini ini yang paling kenceng disuarakan. Selain itu, ada juga nama-nama seperti dr. Ony Khonza (yang katanya ngantrinya bikin kapok saking ramenya) atau dr. Shirley Anggrainy.

Pulang kantor Bubun nyamperin Ayah di gym deket kantornya. Ayah yang baru beres olahraga seneng banget pas tahu Bubun bawain nasi kotak dari acara kantor Bubun sore tadi. Terus nemenin Ayah makan di mobil, sembari nunggu macet.

Untungnya Bubun bikin appointment jam setengah 9 malem. Jadi, kemacetan wilayah kuningan dan sekitarnya nggak bikin khawatir. Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam saja karena hujan dan nyari-nyari alamatnya berdasarkan bantuan google map😀

Syukurlah, RSIA Brawijaya menerapkan sistem valet parking (gratis) untuk semua tamunya. Jadi, Ayah nggak perlu repot. Langsung turun nemenin Bubun. Daftarnya sih sebentar. Nunggunya juga nggak terlalu lama. Eh, sempet ngeliat pasangan selebritis juga yang lagi bawa anaknya untuk periksa. Suaminya wangiiii banget sampe kecium dari jarak beberapa meter. Sementara istrinya.. beuh! cantik banget. badannya langsing, rambutnya di-blow sempurna padahal udah malem gitu. Bubun langsung merasa orang terdekil di dunia. Hehe…

Ternyata… emang bener kata orang-orang, dr. Dewi orangnya ramah, komunikatif dan menjelaskannya memuaskan banget. Yang paling penting, waktu Bubun USG transvaginal, rasanya nggak sakit bok. Padahal kata temen Bubun lebih sakit dari Pap-Smear. Yang Bubun rasain sih, lebih sakit dan nggak nyaman waktu Pap-Smear (yang traumatis dulu). Udah gitu, dr. Dewi-nya menenangkan banget dan mau repot-repot menjelaskan teknik duduk selama periksa supaya sakitnya minimal.

Semua keluhan Bubun sampein ke beliau. Dari telat menstruasi selama 3 minggu, kekhawatiran kalau rahim Bubun itu retrofleksi (gara-gara menemukan sympton yang sama seperti yang Bubun baca di berbagai sumber) dan keinginan Ayah dan Bubun agar Ade segera datang. Menurut dr. Dewi, dari hasil USG, memang benar apa yang Bubun curigai. Rahim Bubun memang bentuknya menekuk ke belakang. Sebenarnya sih, hal ini bukan hal berbahaya. Karena jenis rahim itu ada dua jenisnya: antro dan retro. Tapi kalau Bubun ingin segera mungkin hamil, dr. Dewi memberikan beberapa tips dan trick.

Oh iya, penyebab Bubun telat sampai 3 minggu itu, menurut beliau adalah karena Bubun sakit hepatitis A bulan lalu, sehingga tubuh Bubun mengatur diri untuk tidak menstruasi dulu sebagai bagian dari mekanisme perlindungan agar tubuh tidak semakin sakit (keren ya tubuh ciptaan Tuhan itu?). Selain itu, bisa juga karena peningkatan berat badan yang tiba-tiba dalam waktu cepat. Sebelum menikah berat Bubun hanya 47 kg. Tapi dalam waktu 6 bulan, Bubun naik 5 kg sehingga menjadi 53 kg. Bubun pun diberi obat untuk mengatur jadwal menstruasi kembali normal. Obat itu bentuknya seperti pil KB dengan penanggalan di bagian belakangnya.

7 Mei 2012

Ketika ke dr. Dewi bulan September tahun lalu, Bubun nggak nyangka bahwa persis setahun kemudian, Bubun dan Ayah akan bertemu dengan Ade (Insya Allah). Ya, Ade diprediksi lahir pada akhir bulan September tahun ini. Mudah-mudahan nggak ada kendala dan kita bisa dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekuarangan sesuatu apapun ya…


One Comment on “Setahun Kemudian”

  1. […] terlalu buncit.. Ya… itu juga sih. Oke, itu alasan terbesar. Tapi selain itu juga karena dr. Dewi menduga kacaunya siklus menstruasi Bubun di bulan September tahun lalu adalah karena kenaikan berat badan yang signifikan, yaitu 8 […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s