Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Tidur nyenyak, Bumi!

Jika ada satu pelajaran paling penting yang dapat dipetik dari pengalaman menjadi orang tua dan mengasuh Bumi dan Langit, itu adalah ciptakan rutinitas bagi anak sedari dini.

Sedari lahir, Bumi tidak memiliki rutinitas dan jadwal yang pasti tiap hari, selama satu minggu. Di hari kerja, dari pagi sampai sore, ia memiliki keteraturan jadwal di daycare. Tapi begitu di rumah, jadwal makan, tidur, dan bermain akan fleksibel mengikuti saya dan suami. Ketika itu, saya kewalahan karena jam kerja yang kadang sampai malam, dan tidak mempunyai kemewahan berupa asisten rumah tangga atau sanak keluarga yang bisa membantu mengasuh Bumi. Alhasil, perkara disiplin menjadi prioritas nomor sekian.

Belakangan baru saya ketahui bahwa Read the rest of this entry »


On TV

So,

We were featured on a TV talk show, thanks to Tante Bebek. She was initially the guest of that Baby Blues Syndrome episode (she wrote her devastating experience in The Urban Mama and got massive responses), but since she had to catch the flight to Bali that morning, then referred the opportunity to me.

Actually, it is hard to talk about what i had been through. I didn’t know why i took that chance. The moment after saying yes, i got this nervous breakdown. I never really talked about it. Sure, i mentioned it here on some letters to you two. But never gone into details. Now, i have to talk to strangers well… practically to millions viewers, live!

I told Ayah about it and his first reaction was: “You had baby blues syndrome?”
And i was like…
“You did NOT know? I went to that expensive counseling hours with that psychologist, remember?”
See, nobody really knows. I mean, God! Doesn’t that saggy dark circle under my eyes tell you something?

Despite being Read the rest of this entry »


On mother’s day

20141003_105316

Langitku,

Someday, (if you are willing and decide to) I hope you’ll get the chance to become a mother. And I hope, I’ll be given the chance to see the moment, and be there for you through that challenging time.
I give you my life like my mother did. Then you’ll give yours to my grandchild(ren). We pass the life from generation to generation and live it up. By nurturing new life, we grow and become the best possible version of ourselves that we could be.

Thank you for reminding me to never ever ever give up being the very best mother for you despite all the mistakes I’ve done. Like, ever!


Petisi demi ASI

Halo Bumi,
Halo Langit,

Bubun belum bisa sepenuhnya move on dari kesedihan pasca bingung puting Langit. Jadinya cerita yang lalu itu, belum bisa diselesaikan (padahal judulnya mah udah ada kata ‘selesai’).

Tapi berkat rasa sedih itu, Bubun jadi tergerak untuk bikin petisi ini:

Petisi Change

Paling enggak, kesedihan Bubun ada manfaatnya, meskipun belum tahu apa. Nggak yakin juga bisa nge-gol-in petisi ini sampai kepada pengambil keputusannya. Tapi… daripada hidup bergelimang air mata sia-sia, mending air matanya ‘diolah’ supaya menghasilkan sesuatu yang lebih berarti bagi hidup.

 

Ps:

Petisi untuk revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 agar menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif

Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 perlu direvisi, khususnya agar:

  1. Cuti bersalin dapat diberikan minimal 3 bulan setelah lahiran, tanpa memotong gaji atau adanya pilihan bagi calon ibu untuk mengatur besaran lamanya waktu cuti sebelum dan sesudah lahiran (akumulasi 3 bulan),
  2. Adanya pilihan bagi ibu yang ingin agar cuti bersalin diperpanjang sampai dengan 6 bulan, sampai periode asi eksklusif selesai (besaran persentase gaji yang diterima mengikut kebijakan perusahaan ybs),
  3. Kepastian bahwa seorang ibu pekerja tidak akan kehilangan pekerjaan hanya karena kehamilan dan cuti bersalin serta proteksi untuk memastikan perlakuan setara dalam hal personalia/kepegawaian,
  4. Kewajiban perusahaan untuk menyediakan ruang laktasi yang memadai untuk ibu pekerja,
  5. Aturan yang memaksa perusahaan memberikan waktu yang memadai bagi ibu pekerja memerah ASI di sela jam kerja,
  6. Adanya sanksi yang jelas bagi perusahaan yang melanggar pemenuhan hak tersebut di atas.

 


Cerita tentang Bingung Puting, Relaktasi, dan Hal-hal yang sudah selesai (Part I)

Alhamdulillah, satu lagi sesi drama semusim terlewati.
Setelah 1 bulan berjibaku dan 2 minggu menenangkan jiwa, akhirnya Bubun bisa nulis lagi. Katanya sih, kalau lagi sedih baiknya nulis aja. Aturan ini kurang cocok untuk Bubun. Bisa kebawa, mengasihani diri sendiri dan jadi kurang bersyukur. Lebih parah lagi, ngucapin hal-hal yang disesalin kemudian.

Akhirnya sih di masa kelam itu, tetap aja nggak bisa menahan diri. Curhat juga, di blog satunya.đŸ˜€

Tidak pernah terlintas Read the rest of this entry »


Black and Blue

Akhir-akhir ini, Bubun merasa kehilangan selera untuk menulis. Selalu begitu tiap kali serendengan hal terjadi dalam sekejap mata.

Satu-satunya hal yang memotivasi Bubun untuk bergerak tiap hari hanyalah Bumi dan Langit. Karena ‘menyerah’ sebagai seorang Ibu rasanya mustahil. Pertama-tama, menyerah pada apa?

Melepas pekerjaan, tinggal resign. Meninggalkan lingkungan, bisa pindah. Pernikahan pun bisa saja bubar. Tapi menanggalkan status Ibu, bagaimana? Sekali menjadi Ibu, selamanya menjadi Ibu. Bahkan kematian pun agaknya tidak bisa menjadikan seorang Ibu berhenti menjadi ibu.

Yang kedua, kalau Bubun menyerah, Bumi dan Langit bagaimana?

Bubun nggak tahu mau mulai dari mana. Mungkin… mari kita kilas balik satu-satu…

GERD yang kembali
Read the rest of this entry »


Protected: Bumi and Langit’s Trip to Bali (Part 4)

This content is password protected. To view it please enter your password below: