Bumi grows so fast!

and so does Langit…

Gara-Gara Alergi

Semua berawal ketika Ade mulai masuk TPA dan untuk pertama kalinya kena batuk (tanpa pilek). Ketika itu, Ade baru berusia 2,5 bulan. Sesuai dengan informasi yang Bubun baca di sini, orang tua perlu waspada ketika bayi batuk pilek pada usia kurang dari 3 bulan.

Tapi lalu teringat email-email berisi informasi kesehatan di salah satu milis yang Bubun ikutin. Menurut para dokter yang tergabung di milis tersebut:
1. Batuk bukan penyakit, melainkan mekanisme pertahanan diri dari virus yang masuk dalam tubuh
2. Batuk yang penyebabnya virus bersifat ‘self limited disease‘ yang akan sembuh sendirinya seiring dengan waktu.

Tata laksana batuk pada bayi adalah home treatment, yaitu dengan terapi uap menggunakan air panas yang ditetesi minyak kayu putih atau minyak telon lalu air panas dalam wadah tersebut diletakkan di pojok kamar. Selain itu, sangat dianjurkan juga untuk jemur tiap pagi hari dan mempersering jadwal menyusui.

Read the rest of this entry »


Tentang Nama dan Akte Kelahiran

Seperti yang Bubun ceritain di sini, perkara memberi nama untuk Ade Bumbum adalah suatu kesukaran yang tak kunjung menemui jalan keluar. Bahkan sampai di hari kelahiran Ade tanggal 21 September 2012 lalu.

Bubun pernah mendengar ada komentar “Apa sih susahnya ngasih nama anak? Udah dikasih waktu 9 bulan kok nggak bisa juga?”

Please, kandidat nama Ade itu udah ada sejak tahun 2006. Beberapa bulan sebelum Bubun hamil, Ayah dan Bubun udah sepakat bahwa jika anak pertama Ayah dan Bubun adalah laki-laki, ia akan dipanggil ‘BUMI.’ Lalu last name akan menggunakan nama Ayah, yaitu: ALWI. Last name ini penting banget karena harapannya Ade nanti jadi warga internasional. Sedangkan di banyak negara, last name itu keharusan untuk dokumen dan administrasi. Adik (atau adik-adik??) Bumi nantinya juga akan punya last name yang sama.

Cuma, Bubun dan Ayah nggak pernah sepakat soal kombinasi nama Ade. Soalnya nih ya, sebagai pecinta sastra (tsah!) Bubun udah bercita-cita ngasih nama yang puitis-puitis gitu. Sementara Ayah lebih pengen yang terdengar gagah, perkasa atau seenggaknya punya makna ‘satria’ atau ‘berani’ gitu. Kalau buat Bubun, nggak masalah kalau nama anak itu nggak punya makna harfiah macem-macem. Makanya, seneng banget dengan nama orang-orang suku indian yang berbau alam. Selama hamil, Bubun udah bikin puluhan kombinasi nama, untuk mengakomodasi keinginan Bubun dan Ayah. Tapi nggak ada satupun yang sreq buat Ayah.

Keluar dari RS Bunda, kita pun akhirnya cuma mengantungi Surat Keterangan Kelahiran ini: Read the rest of this entry »


Kisah Kelahiran Bumi (Part 1)

19 September 2012

Seperti yang Bubun ceritain di sini, tanggal 19 September 2012 lalu Bubun ada jadwal cek kedua dengan dr. Rizka Yurianda. Kali ini, Ayah bisa menemani. Minggu sebelumnya kan Ayah ke Palembang, jadi Bubun ke dr. Rizka sendiri.

Pada pertemuan ini, Bubun kembali mengutarakan permintaan Bubun sesuai dengan birthplan yang udah disusun. Alhamdulillah, tampaknya dr. Rizka bersedia memenuhi. Termasuk keinginan Bubun untuk tidak diinduksi apabila di minggu ke-40 Ade belum lahir juga. Dengan catatan, jantung Ade, air ketuban Ade masih bagus, Bubun juga kondisinya baik. Bubun ingin menunggu saja, mengikuti isyarat dari Ade. You’re the one who should make the decision.

Waktu periksa, dr. Rizka sempet nanya ke Bubun: “Yakin nih mau waterbirth aja? Nggak mau ILA (Intra Thecal Labor Analgesia) aja? Enak lho. Kalau waterbirth masih sakit. Saya dulu lahiran pake ILA, santai” Bubun dengan semangat tinggi langsung jawab: “Enggak lah dok! Sebisa mungkin waterbirth aja.”

Read the rest of this entry »


Hospital Tour (Part 4): RSIA Bunda Menteng

Ade inget nggak cerita Bubun yang ini..?

Nah, di situ kan Bubun sempat bilang, sembari menunggu antrian dr. Nana yang panjaaanggg, Bubun dan Ayah sempat melihat-lihat kamar dan ruang bersalin waterbirth di RS. Bunda Menteng.

Awalnya, Bubun ke bagian Customer Service (CS) minta dijelaskan prosedur kelahiran yang dimulai dari kedatangan ibu yang akan akan bersalin. Setelah itu, CS menunjukkan lokasi dropped in bumil sampai masuk ke ruang observasi. Setelah itu, CS pun menyerahkan Ayah dan Bubun kepada suster di bagian persalinan untuk menunjukkan ruang waterbirth. Sayangnya Bubun lupa foto. Tapi tempatnya lumayan lega. Ada bath tub ukuran besar dengan lampu di bagian atasnya (kayak di ruang operasi), bola karet, ranjang, aromatheraphy, CD player, timbangan bayi dan alat-alat medis lainnya. CS dan semua susternya ramah-ramah dan ngejelasinnya lengkap. Suka deh!

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.